Connect with us

Kota Palu

Ekonomi Pasca Gempa Pasigala – Sulteng Bangkit

Published

on

Palu (IDENews.co.id) – Pasca gempa Jum’at 28 september 2018 lalu, banyak menyisahkan kesedihan bagi rakyat sulawesi tengah khususnya Pasigala (Palu, Sigi, Donggala dan Parimo), sampai saat ini traumatik itu masi membayangi setiap saat.

Namun, warga kota palu yang berlatar belakang kuat, tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan dan keterbatasan, bahkan dalam situasi familiy (keluarga) yang hilang sampai saat ini belum diketemukan.

Harapan masyarakat khususnya Korban bencana, agar pemerintah secepatnya menetapkan tempat hunian sementra (Huntara), agar sudah dapat beraktifitas mencari rejeki walau harus dikesemua sisi keterbatasan***

Penulis : Sultan F.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Palu

Siapakah Penghuni Huntara Pengungsi Mesjid Agung Yang Sebenarnya?????

Published

on

Palu (IDENews.co.id) Pengungsian Mensjid Agung Kota Palu yang merupakan Korban Bencana Tsunami, LIquifaksi dan Gempa Bumi 28 seseptember 2018, mempertanyakan siapa yang layak sebenarnya yang mendiami Huntara, karna terindikasi ada Oknum yang mengurus Pengungsi untuk menghuni Huntara, akan tetapi yang calon mendiaminya adalah orang yang tidak pernah mengungsi atau ada tendanya di Mesjid Agung, bahkan rumahnya dalam keadaan layak huni.

Diharapkan jajaran pemerintah ditingkat kecamatan turut serta mengawasi ,jangan sampai oknum-oknum mengurus hanya untuk kepentingan kelompok atau keluargannya saja, boleh-boleh saja keluargannya asalkan keluargannya itu merupakan pengungsi benar-benar di Mesjid Agung, yang susah itu jika rumahnya aman dan tidak ada tendanya sebagai pengungsi pergi juga tinggal di huntara, ungkap salah satu Pengungsi di mesjid agung, yang namanya dimintakan jangan di publish….

Huntara semestinya diberikan kepada yang berhak sesuai haknya, karena hanya itu cara agar dapat memulihkan ekonomi, ungkapnya pula****Sl/egr

Continue Reading

Kota Palu

Rumah Makan & Warkop Boleh Buka selama Romadhan Dengan Catatan Khusus Asalkan Jangan mengganggu

Published

on

PALU (IDENews.co.id) – Pemerintah Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah membolehkan rumah makan atau warung makan, restoran, cafe, warung kopi untuk beroperasi di siang hari selama bulan puasa Ramadhan asalkan tidak mengganggu kekhusyukan umat Islam yang sedang berpuasa.

“Tidak terbuka secara transparan pada siang hari, tidak menggunakan musik pada malam hari sebelum selesai sahlat tarawih, wajib memasang spanduk di depan tempat usahr,” kata Walikota Palu, Hidayat sebagaimana dilansir Antara.com pada Sabtu (4/5/2019).

Walikota menegaskan, pemilik rumah makan atau warung makan, restoran, café dan warkop dilarang memasang spanduk menu-menu makanan di depan tempat usaha dan atau menutup menu yang sudah ada.

“Para pemilik usaha hiburan karaoke atau ‘live music’, diskotik dan sejenisnya agar tidak mengoperasikan usahanya selama bulan suci Ramadhan kecuali malam hari selesai shalat tarawih mulai pukul 21.00 hingga 24.00,” katanya.

Walikota juga melarang pemilik usaha panti pijat atau spa dan sejenisnya beroperasi selama puasa kecuali selesai shalat tarawih mulai pukul 21.00 hingga 24.00.

“Bagi pemilik atau pimpinan usaha agar melakukan pengawasan internal terhadap usahanya menaati imbauan dan larangan dari pemerintah,” imbuhnya.

Bagi warga Palu, Walikota mengimbau untuk menghargai pelaksanaan ibadah puasa selama bulan suci Ramadhan dengan tidak merokok, makan dan minum di tempat umum atau di tempat terbuka lainnya.

“Pengawasan terhadap pelaksanaan surat edaran ini dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palu dan Satuan Tugas K5 di 46 kelurahan di bawah kendali Polres Palu dan Kodim 1306 Donggala,” tegasnya.

Terakhir, Walikota meminta Satpol PP dan Satgas K5 di 46 kelurahan agar membuat posko Ramadhan. Himbauan ini telah ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor 451.13/0899/KESRA/2019 tentang Penyambutan Bulan Suci Ramadan 1440 H/2019 M.***

Sumber : Antara.com

Continue Reading

Hukum

Palu : Jangan Ada Alasan, Jika Kesalahan Input Suara Disengaja, Anggota KPU Terancam Penjara

Published

on

Palu (IDENews.co.id)- Peristiwa salah input suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 melalui Aplikasi Sistem Perhitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dugaan kecurangan pemilu masih menjadi polemik hingga hari ini. KPU berdalih, kesalahan input suara tersebut terjadi karena human error.

Terkait hal itu, Ketua Umum Barpas Nusantara, Egar M Dir. Ance Abdullah, menilai KPU harus bertanggung jawab secara hukum atas kesalahan entri suara rakyat melalui aplikasi Situng tersebut. Karena kesalahan tersebut tidak hanya sekali.

“Alasan semacam ini tidak dapat dibenarkan atau diterima karena kesalahan yang terjadi berkali-kali. Oleh karena itu KPU tidak segampang itu meminta maaf atas kesalahan yang terjadi berulang-ulang tersebut, KPU harus bertanggung jawab secara hukum,” kata Pemuda Yang Murah Senyum tersebut, Kamis, 2 Mei 2019 disela kesibukan membantu data pelaporan akhir Sidakam Caleg DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, di KPU Provinsi…

Bung Egar menjelaskan, sebagaimana ketentuan pidana dalam Pasal 505 Undang-undang Pemilu, bahwa anggota KPU yang karena kelalaiannya mengakibatkan kehilangan atau bertambahnya perolehan suara pasangan tertentu dapat dipidana. Ancaman hukumannya dapat di penjara selama satu tahun.

“Bahkan, kerugian perolehan suara yang dialami oleh salah satu peserta pemilu tersebut akibat adanya unsur kesengajaan dari KPU, maka berdasarkan Pasal 532 Undang-undang Pemilu dapat dipidana selama empat tahun penjara,” ujarnya.

Diketahui, KPU sendiri mengakui bahwa telah terjadi kesalahan input dalam Situng dari 142 tempat pemungutan suara (TPS). KPU mengetahui adanya kesalahan entri data ini berdasarkan hasil monitoring ditambah dengan adanya laporan masyarakat.

Rinciannya, temuan kesalahan dari laporan masyarakat sebanyak 38 TPS, kemudian temuan hasil monitoring yakni 104 TPS.

Sementara itu, berdasarkan data dari Tim relawan Informasi Teknologi BPN Prabowo-Sandiaga Uno diketahui sedikitnya 9.440 kesalahan input aplikasi Situng Pemilu 2019 milik KPU. Temuan itu diperoleh dari hasil verifikasi manual di Situs Situng KPU selama tiga hari terakhir, yakni sejak 27 hingga 29 April 2019.

Penulis : Sultan F.

Continue Reading

Ads

loading...

Facebook

loading...
PALU WEATHER

Trending

Copyright © 2019 IDENews.co.id | Informasi Berita Terpercaya Update 24 Jam